Timnas Jepang melakukan persiapan menjelang laga lawan Belanda. (The Guardian/Alan Poizner/IMAGN IMAGES/Reuters).
PAPUA BARAT DAYA POST. COM – Timnas Jepang datang ke Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar. Tidak lagi sekadar menjadi kekuatan terbaik di Asia,
Samurai Biru kini mengincar pencapaian yang belum pernah mereka raih sepanjang sejarah, yakni menembus perempat final bahkan bersaing memperebutkan gelar juara dunia.
Skuad asuhan Hajime Moriyasu dinilai sebagai generasi terbaik yang pernah dimiliki Jepang.
Kedalaman skuad yang kuat serta banyaknya pemain yang berkarier di kompetisi elite Eropa membuat Jepang dianggap mampu menantang dominasi negara-negara tradisional sepak bola dunia.
Jepang akan memulai perjuangannya di Grup E Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Belanda di Arlington, Amerika Serikat, Senin (15/6) dini hari WIB.
Meski tergabung dalam grup yang tidak mudah bersama Belanda, Swedia, dan Tunisia, optimisme tinggi menyelimuti kubu Samurai Biru.
Jepang Ingin Hapus Kutukan Babak 16 Besar
Sepanjang sejarah keikutsertaannya di Piala Dunia, Jepang belum pernah melangkah lebih jauh dari babak 16 besar. Prestasi terbaik mereka tercatat pada edisi 2002, 2010, 2018, dan 2022.
Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Jepang mencuri perhatian dunia setelah mengalahkan Jerman dan Spanyol di fase grup.
Namun langkah mereka kembali terhenti di babak 16 besar setelah kalah adu penalti dari Kroasia.
Pelatih Hajime Moriyasu mengakui kegagalan menembus perempat final telah menjadi hambatan mental bagi timnya.
Karena itu, target utama Jepang di Piala Dunia 2026 adalah mematahkan rekor tersebut.
“Kami ingin melangkah lebih jauh dan menciptakan sejarah baru bagi sepak bola Jepang,” menjadi pesan yang terus digaungkan Moriyasu menjelang turnamen.
Tampil Dominan Sepanjang Kualifikasi
Jepang menunjukkan performa impresif selama kualifikasi Piala Dunia 2026. Mereka menyapu bersih enam pertandingan pada putaran pertama dan meraih tujuh kemenangan dari 10 laga pada putaran kedua.
Keberhasilan lolos dengan meyakinkan menjadi bukti konsistensi Jepang sebagai kekuatan utama Asia. Namun, pencapaian tersebut belum cukup bagi mereka.
Kepercayaan diri Jepang semakin meningkat setelah membukukan enam kemenangan beruntun dalam laga persahabatan internasional, termasuk mengalahkan Inggris dan Brasil.
Hasil tersebut menjadi sinyal bahwa Jepang mampu bersaing dengan tim-tim elite dunia.
Cedera Pemain Kunci Jadi Tantangan
Meski datang dengan optimisme tinggi, Jepang harus menghadapi sejumlah masalah cedera.
Kapten tim Wataru Endo dipastikan absen setelah mundur dari skuad. Selain itu, Kaoru Mitoma juga tidak dapat tampil akibat cedera hamstring yang dialaminya pada akhir musim bersama Brighton & Hove Albion.
Tak hanya itu, Takumi Minamino juga harus menepi karena mengalami cedera ligamen lutut anterior atau ACL.
Namun, absennya sejumlah pemain bintang tidak membuat Jepang kehilangan harapan. Kedalaman skuad yang dimiliki Moriyasu menjadi salah satu kekuatan utama tim ini.
Keito Nakamura diprediksi akan mengisi sektor kiri serangan, sementara Ayase Ueda tetap menjadi andalan di lini depan.
Jepang juga masih memiliki Takefusa Kubo, Daizen Maeda, Junya Ito, dan Daichi Kamada yang siap menjadi pembeda.
Generasi Emas Jepang Siap Tantang Dunia
Banyak pengamat menilai skuad Jepang saat ini merupakan generasi emas yang paling lengkap dalam sejarah sepak bola negara tersebut.
Sebagian besar pemain inti mereka berkarier di liga-liga top Eropa. Pengalaman bermain di level tertinggi membuat Jepang semakin matang secara taktik maupun mental bertanding.
Moriyasu yang telah menangani tim sejak 2018 juga menjadi pelatih terlama dalam sejarah Timnas Jepang.
Stabilitas tersebut membantu Jepang membangun identitas permainan yang kuat dan konsisten.
Peluang Jepang di Piala Dunia 2026
Meski menghadapi lawan-lawan tangguh, Jepang diyakini memiliki peluang besar untuk lolos dari fase grup.
Jika mampu mempertahankan performa terbaiknya, Samurai Biru berpeluang mencatatkan sejarah baru dengan menembus perempat final atau bahkan lebih jauh.
Lebih dari tiga dekade lalu, Jepang mencanangkan target menjadi juara dunia pada tahun 2092.
Target itu kemudian dipercepat menjadi 2050 seiring pesatnya perkembangan sepak bola mereka.
Kini, dengan kualitas skuad yang dimiliki dan pengalaman pemain yang semakin matang, Jepang memiliki alasan kuat untuk percaya bahwa mimpi tersebut bukan lagi sekadar angan-angan.(radar surabaya)

